terima kasih
well. setelah sekian lama aku mengarungi hidup ini fi FH-UKSW, akhirnya dapat juga gelar yang telah lama kunanti-nantikan…eSHah…yang kate teman2 artinya susah hidup, sarjana haram, atau apapun itu namanya…
dasar mereka ngga berpendidikan hukum seperti aku ini…
keberadaan SH2 di Indonesia udah banyak, tapi aku juga ngga mau dong klo engga banyak2in, jadilah aku sekarang menambah daftar SH yang nganggur, tapi dengan special ganteng-keren-caem-hmmm…….moga2 aja ngga ada yang protes!!!
yah, kemaren ujian skripsi, en sempet ada masalah dikit ekh…
seharusnya pengujinya ada 3 orang, tapi ada 1 orang yang belum hadir (ms.yafet). Jadilah aku bingung setengah mati ketika ms.arie menyampaikan klo ujianku bisa aja diundur di jam 10an, atau waktu lain sehubungan dengan penguji yang belum hadir. Alasan kenapa ms.yafet belum hadir karena beliau masih ada dalam perjalanan dari jakarta. Bisa2 aku kencing di celana nie…udah meh nangis abis, tapi aku inget klo aku harus menjaga kekerenanku di depan teman2, alhasil mukaku jadi nekuk banget…lama2 lupa mana muka mana sepatu…
namun, ternyata Tuhan eman berbaik hati banget…atas dasar pembicaraan kami (aku-ms.arie) dimana aku sempet gmana juga klo harus diundur tuh ujian, akhirnya diputuskan klo aku langsung mulai ujian ajah. Alhasil, ujianku hanya dilaksanakan dengan 2 penguji (om theo pembimbingku dan p.kustadi), trus penguji yang satu (ms.yafet) akan ditunggu…klo sampe dengan aku seleai jam ujian dya ngga hadir, yawes ujian cuma dengan 2 penguji,. Tapi klo dya hadir sebelum aku selesai dya hadir, Om Theo menyampaikan klo akan diberi tambahan waktu untuk diuji ms.yafet.
and then…aku diuji abis2an….(untuk engga sampe buka jas…karena aku kepanasan dan udah serasa pengen lompat dari gedung ef itu)
dagdigdug iya…
takut iya juga…
apalagi kebelet kencing…
sukses berat ujiannya…aku cuma membayangkan klo aku ujian dulu2 (at least aku angga perlu nunggu 6 taon untuk lulus) pastinya aku uda makin ‘mengecil’ saja…bisa2 aku mati kepanasan karena jasku itu keren banget en cukup mengganggu…laen kali aku bakalan usul klo ujian di kolam renang aja…
—
selama ujian…
perasaan mengerikan selalu menghantui suasana dalam ruangan itu. Aku bisa terkencing2 klo aku ngga bisa menahan diri untuk keluar dari perhelatan akbar itu. Jadinya aku harus setia memberi jawaban kepada Pak Kus tentang substansi dalam skripsiku.
Tadinya bangga2 gitu, tapi begitu uda diuji di dalam ruangan itu, aku merasa menjadi lebih humanis, menjadi manusia, dan paham situasi.
Bahwa kegendutanku ngga ngaruh ama perolehan nilai.
Bahwa kegondrongannku juga enggak.
Bahkan bau badanku ngga juga.
jadi manusia seperti aku ini jadi nyadar klo sekarang ini ada dunia baru di lingkungan hidupku yang belum ta sentuh secara bermartabat. Jadi dengan sejenak aku melupakan chiko, wanita2, dan perangai buruk tante di sebelah rumah…
walhasil…
aku senang sekarang…
biarpun agak ngga genep, tapi sekarang aku uda sarjana…
terima kasih saya ucapkan pada Om Theo, Pak Kus, dan pihak2 yang telah membantu saya.
GBU